Follow my blog with Bloglovin

daging hewan akikah sebaiknya dibagikan

Sep 08, 2023 Kultur

Daging Hewan Aqiqah: Siapa Saja yang Berhak Menerima dan Bagaimana Cara Terbaik Memagikannya?

Daging Hewan Aqiqah Sebaiknya Dibagikan

Aqiqah adalah ritual agama Islam yang dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran seorang anak. Salah satu prinsip utama dari pelaksanaan aqiqah adalah penyembelihan hewan, biasanya kambing, dan distribusi dagingnya kepada orang-orang yang berhak. Pembagian daging ini tidak sembarangan dan diatur berdasarkan ajaran Islam.

Berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW

Ada beberapa hadis yang menjelaskan tentang aqiqah, di antaranya:

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Samurah bin Jundub:

“Rasulullah SAW memerintahkan untuk melakukan aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan dengan satu ekor kambing. Disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, atau dua puluh satu. Berikanlah kepada orang-orang miskin dan janganlah kalian menjualnya.”

Hadis riwayat Abu Dawud dari Ummu Qais binti Mihsan:

“Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang aqiqah. Beliau menjawab, ‘Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak mengapa, baik jantan maupun betina.”

Hadis riwayat Al-Baihaqi dari Abu Hurairah:

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan baginya pada hari ketujuhnya, dicukur dan diberi nama.”

Orang-orang yang Berhak Menerima

Para ulama berbeda pendapat tentang orang-orang yang berhak menerima daging aqiqah. Ada yang berpendapat bahwa daging aqiqah hanya boleh diberikan kepada fakir miskin, dan ada yang berpendapat bahwa daging aqiqah boleh diberikan kepada siapapun, termasuk keluarga dan kerabat.

Pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa daging aqiqah boleh diberikan kepada siapapun, termasuk keluarga dan kerabat. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

“Dari Samurah bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Aqiqah itu satu ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, atau dua puluh satu. Berikanlah kepada orang-orang miskin dan janganlah kalian menjualnya.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa daging aqiqah adalah sedekah yang ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan. Namun, tidak ada larangan untuk memberikan daging aqiqah kepada keluarga dan kerabat, asalkan mereka juga termasuk orang-orang yang membutuhkan.

Selain itu, ada beberapa pendapat ulama tentang orang-orang yang berhak menerima daging aqiqah, yaitu:

  • Fakir miskin
  • Tetangga
  • Kerabat dekat
  • Saudara seiman
  • Orang yang membutuhkan

Pendapat-pendapat tersebut menunjukkan bahwa daging aqiqah adalah sedekah yang ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan, baik mereka adalah fakir miskin, tetangga, kerabat, saudara seiman, atau orang lain yang membutuhkan.

daging hewan akikah sebaiknya dibagikan
Aqiqah sebagai bentuk syukur atas kelahiran seorang anak

Baca Juga : Hukum Aqiqah Orang yang Sudah Meninggal

Cara Pembagian

Dalam Keadaan Dimasak atau Mentah?

Secara umum, daging aqiqah lebih baik dibagikan dalam keadaan sudah dimasak. Namun, beberapa ulama juga berpendapat bahwa daging aqiqah boleh dibagikan dalam keadaan mentah, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima.

Pembagian yang Adil dan Merata

Daging aqiqah harus dibagikan dengan cara yang adil dan merata kepada semua pihak yang berhak menerimanya. Ini sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam.

Tips dalam Memagikan Daging Aqiqah

  • Siapkan Daging dengan Baik: Pastikan daging dalam kondisi bersih dan telah diproses dengan higienis.
  • Pembagian yang Merata: Usahakan untuk membagikan daging aqiqah secara merata sesuai dengan ketentuan yang ada.
  • Tandai Daging: Berikan label atau tanda pada daging aqiqah untuk menunjukkan dari siapa daging tersebut berasal.
  • Santun dan Bijaksana: Lakukan pembagian dengan penuh kesantunan dan bijaksana, sesuai dengan ajaran Islam.

Melalui aqiqah, umat Islam diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan orang lain, terutama mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami siapa saja yang berhak menerima dan bagaimana cara terbaik dalam membagikannya.

SHARE NOW